Tingkat kemiskinan di Jawa Barat masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama, terutama di beberapa wilayah yang tergolong sebagai kota termiskin di Jawa Barat. Meskipun provinsi ini dikenal sebagai pusat ekonomi nasional dengan pertumbuhan pesat di beberapa kota besar, kenyataannya masih terdapat ketimpangan sosial dan ekonomi antar daerah.
Beberapa kabupaten dan kota menunjukkan angka kemiskinan yang tinggi, bahkan melampaui rata-rata provinsi. Artikel ini mengulas daftar lengkap kota termiskin di Jawa Barat berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, termasuk faktor penyebab, data statistik kemiskinan, serta solusi yang telah dan sedang dijalankan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Apa Itu Kemiskinan Menurut BPS?
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan diukur berdasarkan kemampuan individu atau rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan. BPS menggunakan indikator garis kemiskinan, yaitu batas pengeluaran minimum untuk kebutuhan dasar. Jika pendapatan seseorang di bawah garis ini, maka ia tergolong miskin.
BPS juga mempertimbangkan berbagai indikator sosial seperti akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kondisi perumahan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan tidak hanya dipandang dari sisi ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas hidup secara umum.
Data Terbaru Angka Kemiskinan di Jawa Barat (2024)
Berdasarkan data BPS tahun 2024, berikut adalah daftar kota dan kabupaten di Jawa Barat dengan persentase penduduk miskin tertinggi.
- Kabupaten Indramayu – 12,13%
- Kabupaten Kuningan – 12,12%
- Kota Tasikmalaya – 11,53%
- Kabupaten Majalengka – 11,21%
- Kabupaten Cirebon – 10,34%
- Kabupaten Garut – 10,14%
- Kabupaten Cianjur – 9,91%
- Kabupaten Subang – 9,72%
- Kabupaten Sukabumi – 9,62%
- Kabupaten Bogor – 9,15%
Sebaliknya, kota-kota seperti Depok, Bekasi, dan Bandung mencatat angka kemiskinan di bawah 5%, menunjukkan kesenjangan ekonomi antarwilayah di provinsi ini.
Kabupaten/Kota dengan Penduduk Miskin Terbanyak
Berikut ini adalah penjabaran lebih detail mengenai lima besar kabupaten/kota di Jawa Barat yang mencatatkan persentase penduduk miskin tertinggi berdasarkan data resmi BPS tahun 2024:
1. Kabupaten Indramayu – 12,13%
Kabupaten Indramayu tercatat sebagai kota termiskin di Jawa Barat tahun 2024 dengan angka kemiskinan tertinggi sebesar 12,13%, atau sekitar 212.100 jiwa. Status ini menempatkan Indramayu di urutan teratas berdasarkan data resmi BPS. Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian dan nelayan tradisional, yang sangat rentan terhadap fluktuasi iklim dan pasar.
Tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Indramayu berada di angka 0,698, mencerminkan tantangan besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Minimnya diversifikasi ekonomi dan keterbatasan industri lokal memperparah kondisi kesejahteraan di sejumlah kecamatan, khususnya wilayah pesisir dan pedalaman. Untuk keluar dari kategori kota termiskin di Jawa Barat, dibutuhkan pendekatan terpadu dari pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.
2. Kabupaten Kuningan – 12,12%
Kabupaten Kuningan memiliki keterbatasan dalam hal industrialisasi dan masih mengandalkan sektor informal, dengan jumlah penduduk miskin sekitar 131.800 jiwa pada tahun 2024. Akses terhadap pendidikan tinggi juga masih rendah di beberapa kecamatan, terutama di wilayah selatan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuningan berada pada angka 0,712, termasuk kategori HDI menengah. Wilayah ini juga menghadapi tantangan dalam pengembangan infrastruktur dasar dan akses digital, yang menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.
3. Kota Tasikmalaya – 11,53%
Meski berstatus kota, Tasikmalaya belum sepenuhnya menikmati pemerataan infrastruktur dan masuknya investasi besar seperti halnya kota metropolitan di Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 76.700 jiwa pada tahun 2024, tantangan utama terletak pada minimnya pengembangan kawasan industri dan keterbatasan lapangan kerja formal. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya berada di angka 0,750, tergolong tinggi, namun belum berdampak merata di seluruh wilayah. Sektor ekonomi kreatif, meski potensial, belum berkembang optimal karena kurangnya fasilitas pelatihan dan akses pemasaran digital yang memadai.
4. Kabupaten Majalengka – 11,21%
Kabupaten Majalengka mulai menunjukkan perkembangan ekonomi sejak kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang menjadi salah satu proyek strategis nasional. Namun, dampak ekonomi dari infrastruktur ini belum dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal, terutama di sektor usaha kecil dan menengah.
Dengan persentase kemiskinan sebesar 11,21%, atau sekitar 134.600 jiwa, Majalengka masih tergolong sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya juga berada pada angka 0,697, mencerminkan tantangan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Untuk memaksimalkan potensi wilayah, dibutuhkan kebijakan lanjutan yang menghubungkan pusat pertumbuhan seperti bandara dengan kawasan-kawasan ekonomi rakyat secara lebih inklusif.
5. Kabupaten Cirebon – 10,34%
Sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan angka kemiskinan mencapai 10,34% atau sekitar 245.900 jiwa, Cirebon menempati posisi ke-5 dalam daftar kota dan kabupaten termiskin di Jawa Barat versi BPS.
Masalah utama terletak pada kurang optimalnya penataan kawasan industri serta belum meratanya distribusi lapangan pekerjaan ke wilayah pedesaan. Meskipun memiliki potensi ekonomi dari sektor perdagangan dan pelabuhan, pengembangan sektor formal dan hilirisasi UMKM masih berjalan lambat.
Baca juga: Daftar Kota Terkaya di Jawa Barat
6. Kabupaten Garut – 10,14%
Kabupaten Garut termasuk dalam jajaran kota termiskin di Jawa Barat dengan angka kemiskinan mencapai 10,14% atau sekitar 259.300 jiwa pada tahun 2024. Wilayah ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan, terutama di daerah pegunungan dan pedesaan terpencil.
Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor informal seperti buruh tani, pedagang kecil, dan pekerjaan tidak tetap, yang sangat rentan terhadap guncangan ekonomi. Selain itu, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut, yang tercatat di angka 0,687, menunjukkan tantangan serius dalam peningkatan kualitas hidup penduduk. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis lokal untuk mendorong pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
7. Kabupaten Cianjur – 9,91%
Sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat, Kabupaten Cianjur menghadapi tantangan besar dalam mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi. Dengan tingkat kemiskinan sebesar 9,91% atau sekitar 239.300 jiwa, wilayah ini belum memiliki sektor industri yang memadai untuk menyerap tenaga kerja lokal secara optimal. Ketergantungan pada sektor pertanian tradisional serta terbatasnya akses pelatihan vokasi dan pendidikan kejuruan menjadi hambatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Rendahnya penetrasi digital dan infrastruktur transportasi juga membatasi konektivitas antarwilayah yang penting untuk mobilisasi ekonomi.
8. Kabupaten Subang – 9,72%
Sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat, Kabupaten Subang masih berfokus pada sektor pertanian sebagai sumber utama penghidupan masyarakat. Tingkat kemiskinan di Subang mencapai 9,72% atau sekitar 152.600 jiwa pada tahun 2024.
Tantangan utama terletak pada banyaknya desa yang belum tersentuh infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih, yang berdampak langsung terhadap produktivitas ekonomi dan kualitas hidup. Selain itu, rendahnya investasi sektor industri dan terbatasnya akses ke pelatihan keterampilan menjadi hambatan dalam menciptakan lapangan kerja formal yang lebih luas.
9. Kabupaten Sukabumi – 9,62%
Sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi memiliki banyak wilayah terpencil yang sulit dijangkau, terutama di bagian selatan dan perbatasan dengan Provinsi Banten. Dengan tingkat kemiskinan sebesar 9,62% atau sekitar 175.900 jiwa, tantangan utama terletak pada keterbatasan akses terhadap layanan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
Kurangnya fasilitas transportasi publik, infrastruktur dasar yang belum merata, serta minimnya investasi sektor industri menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Pemerintah daerah perlu mengembangkan strategi pembangunan berbasis wilayah terpencil, termasuk program digitalisasi desa dan pelatihan kerja berbasis potensi lokal, guna mendorong inklusi ekonomi yang lebih merata.
10. Kabupaten Bogor – 9,15%
Sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat, Kabupaten Bogor menghadapi tantangan struktural yang cukup kompleks meskipun secara geografis berdekatan dengan ibu kota negara, Jakarta. Dengan tingkat kemiskinan sebesar 9,15% atau sekitar 446.800 jiwa, Kabupaten Bogor mencatat jumlah penduduk miskin terbanyak secara absolut di seluruh Jawa Barat.
Masih banyak wilayah di bagian selatan Kabupaten Bogor yang tertinggal, terutama dalam hal akses terhadap pendidikan, transportasi umum, dan infrastruktur dasar. Ketimpangan antara kawasan pusat (dekat ibu kota) dan pinggiran menciptakan jurang ekonomi yang signifikan. Untuk mengurangi statusnya sebagai kota termiskin di Jawa Barat, diperlukan kebijakan desentralisasi pembangunan dan perluasan lapangan kerja berbasis potensi lokal.
Kemiskinan di Jawa Barat masih menjadi tantangan nyata yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Meskipun ada penurunan angka kemiskinan secara bertahap, ketimpangan antarwilayah tetap besar. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bahu membahu dalam membangun wilayah tertinggal agar pertumbuhan ekonomi bisa dinikmati secara merata di seluruh provinsi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa kota termiskin di Jawa Barat pada tahun 2024?
Kabupaten Indramayu menempati posisi pertama dengan persentase penduduk miskin sebesar 12,13% menurut data BPS.
Mengapa angka kemiskinan tinggi di beberapa daerah Jawa Barat?
Penyebab utamanya antara lain ketergantungan pada sektor informal, kurangnya akses pendidikan, dan infrastruktur yang belum merata.
Apakah angka kemiskinan di Jawa Barat menurun?
Ya, secara umum angka kemiskinan menunjukkan tren menurun, namun masih ada daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Kota mana yang memiliki angka kemiskinan terendah di Jawa Barat?
Kota-kota seperti Depok, Bekasi, dan Bandung mencatat angka kemiskinan di bawah 5%.
Apa upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan di Jawa Barat?
Pemerintah menjalankan berbagai program seperti bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pelatihan kerja, dan pengembangan UMKM.







